Sajadah mengkotak-kotakkan kita!

alhamdulillah saya masih diperkenankan untuk berjumpa dengan ramadhan kali ini. meski ramadhan kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya karena harus berpisah dengan teman-teman tercinta yang di bandung dan ortu di solo. tak apalah, mungkin ini salah satu latihan untuk mandiri.
pengalaman cukup berbeda saya rasakan ketika beberapa kali sholat taraweh disini dibogor. imam selalu menekankan, “lurus dan rapatkan barisan”, spontan jama’ah pun merapat dan meluruskan barisannya. tapi hal ini tidak terjadi disini bagian ibu-ibunya doank seh. kita tahu bahwa ibu-ibulah yang paling sering ke masjid membawa sajadah. ternyata sajadah ini bukan hanya menjadi sarana alas sholat, tetapi juga pemisah shaf. mereka yang membawa sajadah berukuran besar, yang seharusnya bisa digunakan untuk 2 orang, tidak mau meninggalkan sajadahnya, entah karena begitu berharganya sajadah itu atau apa saya kurang paham.

alhasil fenomena ibu-ibu ber-sajadah besar ini membuat tidak rapatnya shaf meskipun sudah diimbau oleh imam. banyak sekali sela-sela yang masih bisa diisi oleh satu orang. untung bulan puasa setan pada pulang kampung, jadi gak ngisi tu sela-sela hehehe. mungkin butuh kesadaran diri untuk merapatkan barisan. sebab islam yang kuat adalah islam yang bersatu padu. dimulai dari diri sendiri, jangan sampai kita kekeuh dengan sajadah kita tanpa memperhatikan sela di kanan-kiri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s