Mobile Agent dan Stationary Agent

ketika pertama mendengar agent, mungkin yang terfikirkan adalah sekumpulan orang berjas rapi dengan senjata api ditangan seperti man in black. agent secara umum didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat kita perintahkan dengan tugas tugas. misalnya saja orang audit yang dikirim oleh kantor pusat ke daerah. “auditor” ato agent tersebut bisa memiliki tugas yang sama tiap agentnya atau berbeda. tiap agent bisa memiliki tugas lebih dari satu. dan ketika ia melakukan tugasnya, ia tidak lagi bertanya terus ke pusat tentang apa yang harus ia lakukan ketika berada di daerah. *mudahnya seperti itu.

mobile agent

agent sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu mobile agent dan stationary agent atau lebih sering disebut static agent. secara umum kedua jenis agent ini memiliki karakteristik yang sama yaitu mandiri atau autonomous, alias tidak bergantung pada main agent yang memerintahkannya atau membuatnya.

mobile agent adalah agent yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. mobile agent memiliki karakteristik sbb:
1. dapat berpindah tempat alias bermigrasi
– weak migration
weak migration artinya ketika berpindah, ia tidak membawa serta state-nya. state yang dimaksud disini bukanlah status, istilah “state” ini biasanya berarti nilai atribut dari agent yang membantu menentukan apa yang harus dilakukan ketika melanjutkan eksekusi di host tujuan. Kode dalam konteks object oriented berarti kode kelas yang diperlukan bagi agent untuk dieksekusi. sehingga ketika agent telah berada di destination atau alamat tujuan, ia harus menyakan kembali ke sumber apa lagi yang harus ia lakukan. kebanyakan framework pembuat agent yang berbasis java, masih tergolong weak migration.
ex: Jade
– strong migration
sedangkan strong migration, ketika agent berpindah, ia membawa serta state-nya sehingga tidak perlu menanyakan terus ke sumber.
ex: D’Agent berbasis C namun lebih sulit diimplementasikan. (karna kebetulan saya gak suka ma bahasa C hehehe)
2. autonomous atau mandiri
3. ketika berpindah, ia membawa serta state, data, serta code-nya.

stationary agent, tentu saja dari namanya saja sudah bisa kita tebak bahwa stationary agent tidak dapat berpindah tempat alias static. tetap berada ditempat ia pertama kali dieksekusi.

sekian tentang mobile agent dan static agent. banyak system yang dapat kita buat dengan memanfaatkan agent ini. untuk membuatnya relatif mudah, banyak framework yang dapat kita gunakan, salah satunya adalah JADE (Java Agent Development Framework) berbasis java.

Advertisements

Sajadah mengkotak-kotakkan kita!

alhamdulillah saya masih diperkenankan untuk berjumpa dengan ramadhan kali ini. meski ramadhan kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya karena harus berpisah dengan teman-teman tercinta yang di bandung dan ortu di solo. tak apalah, mungkin ini salah satu latihan untuk mandiri.
pengalaman cukup berbeda saya rasakan ketika beberapa kali sholat taraweh disini dibogor. imam selalu menekankan, “lurus dan rapatkan barisan”, spontan jama’ah pun merapat dan meluruskan barisannya. tapi hal ini tidak terjadi disini bagian ibu-ibunya doank seh. kita tahu bahwa ibu-ibulah yang paling sering ke masjid membawa sajadah. ternyata sajadah ini bukan hanya menjadi sarana alas sholat, tetapi juga pemisah shaf. mereka yang membawa sajadah berukuran besar, yang seharusnya bisa digunakan untuk 2 orang, tidak mau meninggalkan sajadahnya, entah karena begitu berharganya sajadah itu atau apa saya kurang paham.

alhasil fenomena ibu-ibu ber-sajadah besar ini membuat tidak rapatnya shaf meskipun sudah diimbau oleh imam. banyak sekali sela-sela yang masih bisa diisi oleh satu orang. untung bulan puasa setan pada pulang kampung, jadi gak ngisi tu sela-sela hehehe. mungkin butuh kesadaran diri untuk merapatkan barisan. sebab islam yang kuat adalah islam yang bersatu padu. dimulai dari diri sendiri, jangan sampai kita kekeuh dengan sajadah kita tanpa memperhatikan sela di kanan-kiri kita.